
Infokota.co-Medan | Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memaparkan capaian pembangunan infrastruktur tahun 2025 sekaligus rencana kerja tahun anggaran 2026, termasuk penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam.
Paparan disampaikan Kepala Bidang Perencanaan Dinas PUPR Sumut, Rizal Hasibuan, mewakili Kepala Dinas PUPR Sumut Hendra Darmawan yang berhalangan hadir. Dalam kesempatan itu, Rizal membeberkan kondisi terkini infrastruktur jalan, jembatan, irigasi, hingga rencana besar pembangunan tahun depan.
Untuk kondisi jalan provinsi, Rizal menyebutkan bahwa pada tahun 2025 persentase jalan dalam kondisi baik dan mantap ditargetkan mencapai sekitar 79 persen dari total panjang jalan provinsi yang mencapai kurang lebih 9.000 kilometer. Masih ada sekitar 15 persen ruas jalan yang menjadi fokus perbaikan hingga akhir masa jabatan Gubernur Sumatera Utara dan ditargetkan tuntas secara bertahap hingga tahun 2029.
Sementara itu, kondisi jembatan provinsi ditargetkan mencapai 84 persen dalam kondisi baik. Menurut Rizal, capaian ini sudah cukup positif meski sempat terdampak bencana alam yang terjadi pada akhir tahun sebelumnya dan menyebabkan beberapa infrastruktur mengalami kerusakan.
Di sektor irigasi, tingkat layanan jaringan irigasi untuk lahan pertanian seluas 1.000 hingga 3.000 hektare ditargetkan mencapai sekitar 55 persen. Rendahnya angka ini disebabkan masih banyaknya irigasi rawa yang belum dapat dimanfaatkan secara maksimal serta ketergantungan pada aliran sungai.
Untuk layanan air bersih, cakupan pelayanan air minum di kabupaten dan kota masih tergolong rendah, yakni sekitar 9 persen. Kondisi ini menjadi perhatian Pemprov Sumut untuk dilakukan pemetaan ulang sumber air baku dan peningkatan sistem penyediaan air minum di daerah.
Memasuki tahun anggaran 2026, Pemprov Sumut menyiapkan anggaran pembangunan infrastruktur dengan total indikatif mencapai sekitar Rp1,95 triliun. Anggaran tersebut dialokasikan untuk perbaikan dan pembangunan jalan, jembatan, serta pengelolaan sumber daya air di seluruh kabupaten dan kota.
Rincian anggaran pembangunan infrastruktur tahun 2026 antara lain: Sekitar Rp590 miliar untuk pembangunan dan perbaikan jalan melalui program percepatan hasil pembangunan, Sekitar Rp356 miliar untuk program strategis daerah di bidang jalan, Sekitar Rp268 miliar untuk pengelolaan dan pengendalian sumber daya air, Sekitar Rp57 miliar untuk program strategis daerah sektor sumber daya air
Selain pembangunan rutin, Pemprov Sumut juga mengalokasikan anggaran khusus untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana pada tahun 2026. Anggaran tersebut terdiri dari:
Sekitar Rp151 miliar untuk perbaikan jalan dan jembatan, Sekitar Rp59 miliar untuk perbaikan infrastruktur sumber daya air, Sekitar Rp46 miliar untuk pengadaan alat berat penanggulangan bencana
Pengadaan alat berat tersebut meliputi ekskavator, ekskavator lengan panjang, dump truck, wheel loader, dan kendaraan pengangkut alat berat, yang akan ditempatkan secara strategis untuk mempercepat penanganan bencana di daerah rawan.
“Kita berharap bencana tidak terjadi lagi, namun kesiapan tetap harus ada. Dengan ketersediaan alat berat, penanganan bencana di kabupaten dan kota bisa dilakukan lebih cepat dan efektif,” kata Rizal.
Pemprov Sumut menegaskan seluruh perencanaan pembangunan infrastruktur tahun 2026 tersebut telah disusun melalui mekanisme Musrenbang kabupaten/kota dan provinsi, serta dibahas bersama DPRD Provinsi Sumatera Utara. *Ari#


