
Inimedan.com-Medan | Komisi D, DPRD Sumatera Utara (Sumut) menggelar agenda rapat dengar pendapat (RDP) dengan Perumda Tirtanadi Sumut, PT Pelindo Regional – I Belawan dan Dinas Perhubungan Sumut. Rapat dengar pendapat berlangsung di gedung DPRD Sumut, Rabu (4/2/2026).
Agenda rapat terkait dengan suplai air ke kapal komersil dan pengolahan limbah PT Pelindo Regional – I Belawan. Di rapat itu, Executive General Manager PT Pelindo Regional – I Belawan Yusrizal mengungkapkan sumber air yang dikelola Pelindo berasal dari air bawah tanah (ABT).
“Ada tujuh sumur yang aktif. Dari tujuh sumur. Empat sudah ada izin dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral sedangkan tiga lagi dalam pengurusan perizinan,”terangnya.
Kami mensuplai air, ungkap Yusrizal lagi, ke rumah tangga niaga, kapal dan untuk sosial khusus. Anggota Komisi D, DPRD Sumut Benny Harianto Sihotang mengingatkan PT Pelindo Regional – I Belawan agar sumur ABT yang belum terbit izinnya. Airnya belum boleh diambil.
Benny Harianto menilai ABT banyak digunakan Pelindo untuk komersil. Secara komersil, ABT ada undang-undang yang mengaturnya. “Tertiblah agar tidak merusak lingkungan. Agar tanah permukaan tidak turun,”saran Benny.
Kerjasama
Yusrizal mengkaui paling banyak mensuplai air ke niaga besar dan Pelindo. “Pemakaian air dari kapal asing hanya 2,3 persen,”ujarnya singkat.
Wakil Ketua Komisi D, DPRD Sumut Ir.H.Yahdi Khoir Harahap, MBA menghimbau agar PT Pelindo Regional – I Belawan melakukan kerjasama dengan Perumda Tirtanadi.
“Kapal asing selalu meminta portable water. PT Pelindo Regional – I Belawan perlu bekerjasama dengan Perumda Tirtanadi agar terjamin suplai airnya,”himbau Yahdi Khoir lagi.
Plt Direktur Air Minum Perumda Tirtanadi Sumut Muhri Fepri Iswanto mengatakan produksi air Perumda Tirtanadi masih berlebih. Kapasitas air dari pipa Pulo Brayan masih tersedia dengan yang dijual.”Jika diizinkan kami siap mensuplai air ke Pelindo Belawan,”ujar Muhri Fepri.
Tinjau
Anggota Komisi D, DPRD Sumut Viktor Silaen menyarankan agar meteran ABT PT Pelindo Regional – I Belawan perlu ditinjau “Kita perlu tinjau PT Pelindo Regional – I Belawan. Kita ingin lihat meteran ABT-nya,”tandas Viktor.
Hal senada juga dikemukakan Ketua Komisi D, DPRD Sumut Timbul Jaya Hamonangan Sibarani.
“Komisi D, DPRD Sumut perlu meninjau ke lapangan untuk melihat langsung pengolahan limbah di Pelabuhan Belawan,”kata Timbul Jaya di rapat itu.
Yusrizal menyambut baik keinginan Komisi D, DPRD Sumut yang berkeinginan meninjau lokasi pengolahan limbah Pelindo Regional -I Belawan.
“Limbah yang kita kelola. Limbah internal dari kegiatan kapal kita. Limbah dari kapal asing belum. Limbah kita pakai IPAL,”urainya. *Fajaruddi Batubara#
