Tim Monitoring Kearsipan di Taput, Perkuat Pengelolaan Arsip di Era Digital

Dr Rudi Syahputra memberi penjelasan kepada penulis dan ibu Neny dan Donna Situmeang.
Dr Rudi Syahputra memberi penjelasan kepada penulis dan ibu Neny dan Donna Situmeang.*Foto/InfoK/Ist#

Inimedan.com-Taput| Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menerima kunjungan tim monitoring kearsipan dari Arsiparis Ahli Madya Direktorat Informasi Kearsipan sekaligus Ketua Tim PIN Wilayah I, Dr. Rudi Andri Syahputra, S.S., M.A, Selasa (8/9) di Tarutung.
Kegiatan monitoring dilaksanakan pada empat perangkat daerah, yaitu Dinas Perpustakaan, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta Dinas Pertanian. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung pelaksanaan pengelolaan arsip sekaligus mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan kearsipan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara.

Dalam kunjungan tersebut juga dibahas penguatan integrasi informasi kearsipan melalui Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) dan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN). Integrasi ini diharapkan dapat mewujudkan pengelolaan arsip yang semakin sistematis, terarah, dan terhubung sehingga informasi kearsipan dapat dimanfaatkan secara lebih luas.

Arsip adalah jejak perjalanan sebuah daerah. Di dalamnya tersimpan berbagai informasi, keputusan, peristiwa, dan rekam pembangunan yang menjadi bagian dari perjalanan Tapanuli Utara.

Karena itu, pengelolaan arsip yang tertib, terintegrasi, dan berkelanjutan perlu menjadi komitmen bersama. Bukan hanya untuk mendukung tata kelola pemerintahan saat ini, tetapi juga untuk memastikan memori dan sejarah daerah tetap terjaga serta dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Semoga penguatan kearsipan ini terus berjalan melalui kolaborasi seluruh perangkat daerah, sehingga arsip tidak hanya tersimpan dengan baik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi pelayanan informasi dan masyarakat.

Pengelolaan arsip bukan sekadar menyimpan dokumen, tetapi merupakan bagian penting dalam menjaga rekam jejak penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta memori kolektif daerah,tulis Neny Angelina Purba lewat akun sosialnya.
Perkuat Kearsipan Digital, Jaga Arsip sebagai Memori dan Identitas Daerah

Pengelolaan arsip di era digital bukan hanya tentang tertib administrasi, tetapi juga tentang bagaimana setiap rekam perjalanan pemerintahan dan pembangunan dapat tersimpan, terjaga, dan dimanfaatkan sebagai sumber informasi bagi generasi yang akan datang, ujar Dr Rudi Andri Syahputra saat bincang santai dengan Leonardo Tsm, Ibu Neny Angelina Purba dan KadisKominfo Taput Donna Situmeang di kantor Dekranasda Taput, Selasa (8/9-26).

Dalam kaitan itu,Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) melaksanakan Bimbingan Teknis Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) dan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN), Rabu (9/9/2026), di Aula Martua Kantor Bupati Tapanuli Utara.

Bimtek yang berlangsung selama dua hari, 9–10 September 2026, dilaksanakan secara hybrid, baik tatap muka maupun virtual melalui Zoom. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman dan kompetensi aparatur dalam pengelolaan arsip berbasis digital, sekaligus mendorong tertib administrasi dan tata kelola pemerintahan yang semakin baik.

Peserta berasal dari Puskesmas, kantor kecamatan se-Kabupaten Tapanuli Utara, serta bagian-bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Tapanuli Utara.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi “Arsip, Sejarah dan Memori Kolektif Bangsa” yang disampaikan oleh Dr. Rudi Andri Syahputra, S.S., M.A. Materi ini semakin mengingatkan bahwa arsip bukan sekadar dokumen yang disimpan, tetapi merupakan sumber informasi dan bagian dari perjalanan sejarah yang merekam berbagai dinamika kehidupan pemerintahan dan masyarakat.

Kearsipan yang tertib dan terintegrasi menjadi fondasi penting dalam membangun pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan informasi.
Melalui penguatan SIKN dan JIKN, diharapkan seluruh perangkat daerah semakin memiliki kesadaran dan kemampuan dalam mengelola arsip secara sistematis, aman, terintegrasi, serta dapat diakses dan dimanfaatkan sesuai ketentuan.

Arsip hari ini adalah cerita tentang perjalanan daerah di masa depan. Menjaganya berarti menjaga jejak, informasi, dan memori kolektif Tapanuli Utara agar tetap hidup dan bernilai bagi generasi yang akan datang.*le#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.jelajahnews.id/